Booting Booting adalah suatu proses yang terjadi saat seseorang menyalakan suatu komputer. Berikut ini urutan proses booting komputer. a.Setelah dinyalakan atau diaktifkan, semua register prosesor di setting kosong dan prosesor di setting reset. b.Address 0xFFFF di-load di segmen kode (code segment) dan instruksi yang terdapat pada alamat address 0xFFFF tersebut dijalankan. c.Saat terjadi proses booting secara umum program BIOS (Basic Input Output System), yaitu sebuah software dasar, terpanggil. d.BIOS akan melakukan cek terhadap semua error dalam memory, device-device yang terpasang/ tersambung pada komputer seperti port-port serial dan lain-lain. Proses ini disebut dengan POST (Power-On Self Test). e.Setelah mengecek sistem tersebut selesai, BIOS akan mencari sistem operasi, memuatnya di memori , dan mengeksekusinya. f.Dengan merubah setup BIOS dapat menentukan agar BIOS mencari sistem operasi ke dalam floppy disk, hard disk, CD-ROM, USB dan lain-lain, dengan urutan yang kita inginkan. BIOS sebenarnya tidak memuat sistem operasi secara lengkap tetapi hanya memuat satu bagian dari kode yang ada di sektor pertama (first sector disebut boot sector) pada media disk yang telah ditentukan. Fragmen kode yang harus berada pada boot sector disebut sebagai boot-strap loader. BIOS akan memuat boot-strap loader tersebut ke dalam memori diawali pada alamat 0x7C00, kemudian menjalankan boot-strap loader, selanjutnya boot-strap loader memuat Sistem Operasi dan melakukan setting yang diperlukan agar Sistem Operasi dapat berjalan. Rangkaian proses inilah yang dinamakan dengan booting. 1.3.5 Jenis-jenis Booting Berdasarkan prosesnya, dikenal beberapa jenis booting, yaitu: a.cold boot Boot yang terjadi saat komputer dari keadaan mati, kebalikan dari warm boot. b.warm boot Boot yang terjadi saat komputer dialiri listrik kembali dan listrik dimatikan hanya sejenak. Tujuannya mengulang kembali proses komputer dari awal. Warm boot ini biasanya terjadi disebabkan oleh software crash atau terjadi pengaturan ulang dari sistem. c.soft boot Boot yang dikendalikan melalui sistem. d.hard boot Boot yang diakukan dengan cara dipaksa. e. reboot Peristiwa mengulang kembali sistem dari awal. Reboot dilakukan oleh beberapa hal antara lain sistem tidak bereaksi dalam beberapa lama atau terjadi perubahan setting dari sistem. Kegagalan pada Proses Booting Kadang sebuah unit komputer tidak bisa atau gagal melakukan proses booting. Hal ini disebabkan komputer tidak menemukan file IO.SYS dan MSDOS>SYS. Jika ini terjadi maka layar monitor akan muncul pesan Non-System Disk or Disk Error, Replace and Strike Any Key When Ready. Bisa juga muncul pesan Disk Boot Failure , Insert System Disk and Press Enter. Selain hal di atas, kegagalan proses booting juga bisa disebabkan tidak terdapat file COMMAND.COM di komputer. Jika hal ni terjadi pesan yang tampil di layar monitor adalah Bad or Missing Command Interpreter. Pesan tersebut juga akan muncul ketika terjadi kesalahan versi pengkopian file COMMAND.COM. Untuk mengatasi kegagalan proses booting, dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut. 1. Siapkan disket atau CD-bootable yang pernah dibuat. 2. Nyalakan komputer kemudian masuk ke BIOS. Ubahlah boot-squence-nya sesuai dengan media yang akan dipakai pertama kali untuk proses booting. Untuk melakukan hal ini anda bisa menggunakan CD-ROM atau floppy drive. 3. Simpan setting an tersebut dengan cara menekan tombol F10 atau Save and Exit. 4. Tunggu sampai sistem mengeluarkan prompt A yaitu: A:/ 5. Setelah muncul prompt A, ketik perintah berikut ini. A:/fdisk_mbr (ENTER) 6. Kemudian ketik seperti di bawah ini. A:/sys C: (ENTER) 7. Tunggu beberapa saat sampai proses selesai dan layar monitor menampilkan pesan berikut: "system Tranfer" 8. Lakukanlah booting ulang komputer anda dan ubahlah kembali boot squence-nya ke harddisk atau C. Simpan setting-an tersebut dan keluarlah dari BIOS. Selanjutnya proses booting akan berjalan normal kembali.